gamesI am Gamers and I am proud of it.

Tulisan ini dibuat untuk para pria dan wanita di luar sana yang masih berpikiran sempit tentang dunia game. Banyak sekali yang menanggap para pria di luar sana, belum ‘dewasa’ apabila mereka masih maen game. Please deh. Main game tidak menentukan kadar ke’dewasa’an seseorang namun cara berpikir dan bertindaklah yang menentukan hal itu.

Kebanyakan dari  masyarakat berpikir bahwa bermain game itu membuat manusia menjadi bodoh. Bukan. Yang membuat manusia menjadi bodoh adalah kurangnya berpikir dan belajar. Itu yang membuat manusia menjadi bodoh. Got it !

Bermain game terlalu lama mungkin memang bisa mengganggu kesehatan ataupun mental. Itulah yang harus dihindari. Mainlah secukupnya dan tetap jaga kesehatan jiwa dan raga anda.

Sekedar berbagi sudut pandang. Saya lebih menyukai melihat anak – anak smp dan smu kita bermain game di sebuah warnet. Dibandingkan melihat mereka kebut – kebutan ataupun masuk ke tempat – tempat hiburan malam. Main game bisa membuat kamu menjadi pintar bahasa inggris, apalagi apabila kamu hobi bermain tipe adventure ataupun RPG.

Namun game juga sebenarnya mempunyai beberapa sisi buruk. Seperti bolos sekolah ataupun menghabiskan uang jajan untuk membeli cash. Di sinilah sebenarnya para orang tua seharusnya berperan serta.

Saya punya beberapa teman yang kehidupannya cukup menarik. Orang tua mereka meminta mereka untuk rajin belajar dan mendapatkan peringkat ataupun prestasi yang baik di sekolah. Dengan hadiah kepada mereka apabila berhasil maka orang tua akan memberikan game atau permainan yang mereka inginkan, ada juga yang memberikan komputer dan internet di kamar mereka, bahkan ada juga yang membelikan voucher game untuk anaknya. Ini lebih baik dibandingkan anak mereka berkeliaran bebas, merokok dan bergaul dengan teman – teman yang salah.

Games yang cukup popular di kalangan pria adalah Point Blank. Game first person shooting pertama di Indonesia ini mempunyai banyak pemain dari berbagai kalangan.  Sayang sekali kebanyakan anak Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang seharusnya belum diperkenankan untuk melihat kekerasan juga ikut memainkan permainan ini. Sehingga perilaku mereka juga kadang agak terpengaruh dan cukup agresif, dikarenakan terkadang sumpah serapah bisa keluar dari mulut para pemain yang lebih tua dan tanpa sengaja di dengar oleh anak – anak muda ini dan tanpa sadar mereka menirunya saat mereka bermain di sebuah game center.  Sekali lagi, disinilah seharusnya orang tua berperan. Mungkin dengan memberikan mereka internet sendiri di rumah. Agar bisa terhindar dari pengaruh buruk.

Nah, kembali ke pria dan game.

Banyak sekali kejadian di luar sana. Pria bermain game dan wanita melarangnya. Mereka terkadang merasa disisihkan atau ditinggalkan saat sang pria pujaan hatinya bermain game. Inilah yang terkadang menjadi masalah dalam sebuah hubungan apabila sang wanita tidak menyukai prianya bermain game. Sedangkan sang pria adalah seorang gamers.

Sekedar informasi, di korea sana. Gamers pria lebih dicintai dan popular di kalangan para wanita dibandingkan anak band pria ataupun anak gaul. Gamers pria menduduki peringkat atas pria idaman. 😀

Salah satu solusi agar pria dan wanita bisa akur dan tidak saling benci dikarenakan perbedaan pendapat. Adalah pria dan wanita mengatur jadwal agar sang pria bisa tetap main game asalkan tetap bisa dipantau oleh sang wanita dan tetap memberi kabar. Atau bisa juga bolehkan sang pria bermain games selama durasi yang ditentukan, mungkin maksimal 3 jam. Agar juga tetap punya waktu untuk sang wanita. Atau kalau perlu, sang wanita juga ikut menjadi gamers. Wah lebih asik tuh. Pasang internet di rumah sang wanita, pasang dua komputer. Main game favorit masing – masing.

Cerita teman saya yang satu ini lebih menarik. Setiap kali dia ingin bermain game. Ia mencocokkan jadwal dengan pacarnya yang akan perawatan di Salon. Sehingga masing – masing bisa saling bersenang – senang dengan caranya masing – masing. Setelah wanita selesai, baru sang pria menjemput dan mereka jalan. Asyik kan?

Intinya adalah saling memahami. Main game itu baik.

Selingkuh, Narkoba, Mabuk, Mempermainkan Wanita, melakukan hal kriminal, tidak Hormat kepada orang tua. Itulah hal yang buruk.

Selamat Membuka Pikiran.

Rizky Yudhis

Advertisements

One thought on “Pria Dan Games

Be the first to like and comment this post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s