Pernah gak sih bertemu orang yang suka memberi perintah kepada orang lain?

Atau mungkin kamu adalah orang itu?

Pernah juga kah kamu tidak mendengarkan perintah orang lain dan orang lain itu marah?

Atau kamu memerintah orang lain dan saat orang itu mengabaikannya, kamu marah?

Kalau pernah, silahkan lanjut membaca artikel ini. Kalau belum pernah, silahkan tutup artikel ini atau terus melanjutkan karena rasa ingin tahumu sebagai manusia.

Memberi perintah kepada orang lain sebenarnya adalah hal yang wajar. Orang tua, keluarga, teman dan lingkungan seringkali memberikan kita perintah tanpa sadar.

Bila perintah itu baik dan sesuai dengan keinginan kita, biasanya kita akan melakukannya dengan sukarela dan ikhlas. Namun, bila perintah mulai mengganggu rasa nyaman ataupun beberapa belief yang berkaitan tentang moral dan lainnnya. Biasanya, manusia akan mulai merasa terusik.

Perintah dari orang lain terkadang bisa membuat kamu menjadi tersinggung. Cuma dikarenakan penggunaan intonasi yang kurang tepat ataupun kesalahpahaman lainnya.

Terkadang juga perintah dari orang lain itu begitu penuh dengan tekanan, penuh dengan tekanan agar yang diperintah memberikan hasil yang sebaik – baiknya atau secepat – cepatnya.

Contoh kecil saja di kehidupan sehari – hari. Saya beri contoh pengajar dan muridnya.

“Budi, baca kutipan halaman 17 ini dengan keras !!”

“sebentar pak” sambil membuka halaman buku.

“cepetan !” pengajar mulai tidak sabar

“resep untuk menjadi pria menarik adalah membaca rizkyyudhistira.wordpress.com Budi membaca dengan keras.

“loh, buku apa itu?” pengajar bingung

“buku karangan Rizky Yudhis pak, saya nemu di meja tadi” si murid menjawab polos

“itu buku rahasia saya !! sini !!!” pengajar jadi malu dan berang.

hahahaha !

Miskomunikasi itu sangat lumrah dan sering terjadi. Oleh karena itu penggunaan kata tanya, perintah dan intonasi membutuhkan banyak jam terbang untuk mempelajarinya.

Sekedar pengingat untuk aku, kamu dan manusia lainnya. Sebelum memberikan perintah kepada seseorang, sebaiknya sebelumnya memahami bahwa “dunia” setiap orang itu berbeda, maka terkadang cara menanggapi sesuatu perintah itu berbeda – beda pula. Karena sebelum seseorang mau melakukan sebuah perintah. Dalam pikirannya terjadi sebuah proses memilah yang dilakukan oleh “pusat penilaian” yang berada pada otak manusia.

Penjelasan di atas mungkin bisa membantumu agar bisa lebih baik dan bijaksana dalam melakukan dan menggunakan sebuah perintah, pertanyaan ataupun pernyataan.

Saat kamu bisa lebih baik dan bijaksana akan perkataanmu. Saat itulah kamu kurang lebihnya memimpin sebagian kecil dari duniamu.

Segitu saja dulu.

Rizky Yudhis~

Advertisements

Be the first to like and comment this post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s