Aku dan Banjar

Singkat cerita, tiba2 dapat ticket pesawat gratis ke luar kota yang lumayan menarik. Yaitu ke kota Banjarmasin. Agak kurang nyangka, memang sih ada berDoa dan berLoa untuk ke luar kota dalam waktu dekat ini, namun gak nyangka malah bisa dapat gratisan ke Banjarmasin.

FYI sudah 13 tahun gak naek pesawat. Hahaha… Rada katrok emang. Biasa, entrepeneur yang sedang merintis ini belum bebas financial dan bebas waktu.
Doain ya biar dalam oktober 2012 ini udah bisa bebas financial dan bebas waktu. Hehehe, Amin.

Start berangkat dari Samarinda jam 3 shubuh menuju Balikpapan naik taksi argo. Supirnya gila, bawa mobil rata2 100km/jam. Perut tekocok dan akhirnya dengan suksesnya mengotori lantai taksi. Gak apa lah, kenang2an untuk sang sopir yang bawa mobil kayak orang lagi pengen boker.

Sampai di Bandara Sepinggan, nyatanya malah delay ini Batavia Air. Mau tidak mau menunggu dengan perasaan galau. Hehehehe…

Akhirnya, pesawat pun start to take off. Dapat kursi di pojokan dekat kaca. Pengen banget ngomong ke pramugari, trus minta buka kaca. Biar anginnya masuk.kayak naek bus. :p

Bandara Banjarmasin ternyata cukup antik, buat landingnya cuman 1 jalur. Habis landing, trus langsung mutar gitu pesawatnya. Baru naek bis ke bandara. Tepatnya ternyata bandara ini bukan di Banjarmasin, tapi di BanjarBaru.

Hari 1 langsung wisata kuliner, mencoba sebuah warung sebelum sampai ke Matramn. Haduh enaknya, ikan pepuyu dibakar dipadu dengan sambal super lezat.

Sampai di Matraman, istirahat sebentar di rumah penduduk. Langsung ke pantai dengan pohon pinus yang sangat rimbun. Namun hari masih jam 12an siang, jadinya cuman duduk2 sambil makan pentol + beli ikan asin buat oleh2.

Kemudian malamnya menuju lapangan Murjani. Haduh asyiknya, tempat kongkow2 yang lumayan cozy dan aman ini. Beli pentol ama keripik, mejeng2 ngeliatin anak gaul di Banjar Baru. Ternyata di Banjar sini banyak juga cewek2 cakep kayak di Samarinda. Mayan lah buat cuci mata… Setelah seharian lelah di perjalanan.

Hari 2 menuju Loksado, daerah yang populer dengan rafting dan air terjunnya. Namun sayangnya, daerah Banjarmasin ini sedang dilanda musim kemarau. Air lagi surut dan hanya bebatuan yang nongol dengan gagahnya di aliran air.

Gak jadi maenan air, perjalanan dilanjutkan ke daerah Tanuhi. Wisata kolam air panas. Tempatnya seperti perkampungan dengan beberapa kolam renang, dengan berbagai kedalaman. Kolam ditengah yang hanya setinggi 1 meter, adalah kolam air panas.

Katanya air panas ini berasal dari mata air panas yang didapat dari daerah pegunungan di daerah situ. Entah gunung apa, yang penting cobaa celup dulu.

FYI lagi, waktu datang ke daerah wisata ini. Banyak banget anak SMU dengan pakaian lengkap yang sedang berenang dan berpacaran. Hedeh… Seperti tak ada batas antara pria dan wanita. Ditunggu ya adek2 format 3gp nya.

Giliranku mencoba mencelupkan diri ke kolam air panas. Masya Allah bener2 panas !!! Alat kelamin terasa terebus, nyahahaha.

Walhasil cuman duduk2 di pinggir dengan setengah badan di dalam kolam air panas. Mencoba menikmati rasa perih dan terbakar yang ada.

Oh iya, ada bule dari prancis. Kulitnya terbakar matahari waktu dia coba berenang di kolam air dingin. Merah2 deh itu badan bule kayak kepiting rebus. Bule kesasar, entah knapa dia bisa sampai ke sini. -_-”

Habis dari Tanuhi, langsung wisata kuliner selanjutnya “Ketupat Kandangan”. Ketupat Kandangan adalah ketupat yang dipotong-potong dan dituangi dengan bumbu ala santan atau sop dengan lauk yang berupa ikan haruan atau ikan gabus. Pastinya rasanya “maknyussssss….” Pantas banget kalau ketupat kandangan ini lumayan terkenal.

Hari ke 3, kami sudah menginap di Hotel. BanjarBaru diguyur hujan. Setelah hampir 2 bulan tidak turun hujan (kata mereka). Akhirnya hujan turun di hari itu, mengakhiri kekeringan yang terjadi di Banjar. Dalam hati sempat ngomong, ini Hujan pasti gara2 ada saya di Banjar.

Tuhan sayang dengan saya.

Malamnya kami pun berkunjung ke rumah seorang guru SD di daerah Banjar, teman dari rekan satu perjalanan saya. Disana banyak ngobrol yang menarik sambil menikmati gorengan.

Orang Banjar rata2 ramah ternyata. Beda banget sama orang “berbahasa Banjar” di Samarinda. Sedikit yang ramah. 🙂

Setelah puas ngobrol, kami berpamitan dan berkeliling kota, melewati depan kantor Gubernur Banjar, yang ternyata ada daerah yang bernama “Pantai Jodoh”.
Hampir mirip dengan “tepian” di Samarinda, isinya muda-mudi lagi sibuk cari jodoh dan berjodoh2an. Hahahaha..

Puas berkeliling, kami kembali ke Hotel.

Hari ke 4 terbangun, jam menunjukkan sudah pukul 10.30 buru2 sikat gigi, mandi dan turun ke bawah. Hotel sudah mengangkat makanan yang ada, karena sarapan di hotel cuma sampai jam 10. Gakpapa, yang penting tetap tersenyum dan bahagia. 😀

Baru kali ini sarapan di hotel cuman telor sama kecap manis, yah disyukuri sajalah…

Habis sarapan langsung berangkat menuju tepi sungai dan menyewa kapal SpeedBoat untuk berkeliling Banjar via perairan. Pengalaman yang cukup mengasyikkan. Memperhatikan para pedagang dari Pasar Terapung, pulang menuju rumah masing2. Memperhartikan perumahan penduduk yang rata2 dekat dengan pembuatan kayu plywood.

Kemudian melewati “pulau kembang” yang terkenal dengan Monyet liarnya. Namun monyetnya satupun tidak terlihat,” sudah kesiangan, monyetnya kekenyangan” kata sang juru kendali speedboat.

Akhirnya sampai juga di warung makan paling terkenal di Banjar, yaitu warung soto pak Amat.

Penuh banget !! Warga dengan berbagai macam umur dan profesi berada disana. Uniknya lagi, di tengah ruangan ada grup musik yang khusus memainkan orkestra Banjar. Fantastik !

Saat saya dan rekan2 datang via sungai, semua orang pada menoleh. Ya, value kami berbeda di mata mereka.

Menikmati soto banjar + sate ayam. MasyaAllah nikmatnya. Makanan habis, kembali ke kapal and prepare buat jalan2 lagi lewat sungai.

Jalur pulang berbeda dengan rute awal. Kapal kami kali ini melewati jalur dengan sungai besar dan melewati banyak jembatan yang berada di tengah kota dan pada akhirnya melewati Pelabuhan Kapal dan Petik Emas milik Banjarmasin.

Puas dari pengalaman perairan, kami dengan mobil segera menuju Jembatan Barito atau apapun itu namanya. Dan berfoto dengan narsisnya.

Saat tulisan ini dibuat, dengan sedikit sedih saya menjelaskan bahwa semua foto broken gara2 card reader yang tiba2 rusak di tengah file transfer.

Jadi hanya pengalaman berupa tulisan ini saja saat ini yang bisa saya bagi. Siapa tau bisa jadi referensi tempat wisata Anda.

Salam sukses berkelimpahan.

Rizky Yudhis~

Advertisements

3 thoughts on “Aku dan Banjar

Be the first to like and comment this post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s