Bila kamu ingin pandai menulis, maka bacalah !!

Entah itu kata-kata siapa, yang pasti kata-kata itu saya baca lagi di sebuah buku yang saya baca di sebuah toko buku di kota kesayangan saya, Samarinda. Jujur, saya lebih suka membaca dibandingkan menulis. Saat saya membaca, saya bisa betah duduk berjam-jam tanpa bergerak dari suatu tempat hanya untuk menyelesaikan bacaan ataupun memahami arti tulisan yang sedang saya baca.

Sedangkan saat saya menulis, baru juga setengah jam entah kenapa terasa begitu lama. Tulisan terasa sangat banyak kesalahannya dan mulai membingungkan, bahkan terkadang jari-jari ini sampai tidak dapat lagi bergerak karena kehabisan kata-kata. (Namun hal inilah yang membuat saya semakin ingin untuk terus menulis !).

Apakah kalian suka membaca? Jika iya, kalian juga pasti sangat suka berada di sebuah tempat yang penuh dengan buku. Seperti surga bila kita bisa membaca buku-buku itu dengan tenang dan menyelesaikan membaca per halamannya hingga halaman terakhir.

Di tulisan ataupun artikel ini, saya akan memberikan sebuah gambaran tentang apa yang saya rasakan ketika membaca buku di sebuah toko buku dan membaca buku di Perpustakaan Daerah.

Saat berada di sebuah toko buku, banyak sekali judul buku yang sangat menarik yang membuat mata dan pikiran ini untuk membuka halaman per halamannya. Namun hal itu sangat susah bila dilakukan di sebuah toko buku, dikarenakan terkadang buku yang ingin kita baca terbungkus plastik rapi dan mau tidak mau kita harus menahan diri untuk membaca buku itu sampai kita mempunyai dana untuk membelinya.

Bila ada yang terbuka, adalah sebuah kesempatan besar untuk membacanya. Namun, walaupun bisa membacanya kita diwajibkan untuk berdiri. Karena untuk membaca buku di sebuah toko buku kita diharuskan untuk berdiri. Karena tempat itu adalah Toko, bukan Perpustakaan yang disediakan khusus untuk kenyamanan membaca. Namun walaupun berdiri, saya sangat betah untuk membaca di toko buku dikarenakan hawa yang dingin dan penerangan yang lumayan (walaupun berdiri).

Pengalaman membaca buku di Perpustakaan Daerah agak berbeda dengan yang dirasakan di Toko Buku. Ya, di Perpustakaan Daerah buku sangat banyak dan semuanya terbuka !. Namun, yang disayangkan buku yang ada seringkali tertinggal jaman. Buku-buku terbaru yang sedang rilis di toko-toko buku tidak ada disana.

Padahal sangat menyenangkan membaca buku terbaru dengan gratis !.

Belum lagi suasana yang terjadi di sebuah Perpustakaan Daerah, terkadang sangat pengap dikarenakan banyaknya orang ataupun kurangnya penerangan untuk daerah-daerah yang disediakan untuk membaca. Bukan maksud menjelekkan Perpustakaan, namun ini kritikan yang mungkin tidak akan pernah dibaca oleh pemerintah ataupun pengelola.

Yah tapi inilah kenyataannya, kita seringkali tidak mensyukuri yang ada. Bila memang niat membaca, tidak perlu alibi pengap atau apapun itu. Cukup Baca dan Nikmati !.

Andai memang ingin membaca dengan suasana nyaman, jadilah anggota Perpustakaan dan bawa buku yang anda ingin baca di tempat paling nyaman yang anda inginkan. Bukankah lebih menyenangkan?

~Rizky Yudhis~    BACALAH !!!

Advertisements

3 thoughts on “Toko Buku vs Perpustakaan Daerah

Be the first to like and comment this post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s