8 April 2012

Kejadian yang menarik terjadi lagi di hari ini, di saat aku, hidupku, nafasku sedang mengantri di sebuah tenant makanan di sebuah mall di Samarinda, sebut saja KFC Mall Lembuswana.

Aku disana berdiri mengantri untuk memuaskan ego diriku akan kelaparan dan kehausan dan rasa kangen akan sebuah rasa mocca float ataupun spaghetti yang memang sangat kusukai. Namun ego diri ini tiba2 menjadi malu dan mengecil dikarenakan sebuah hal.

Di depanku berdiri seorang Pria yang sedang mengantri juga di Siang hari yang lumayan terik ini, dia terlihat selalu menoleh ke belakang seperti bingung ingin memesan apa dan berapa banyak.

Awalnya aku merasa kurang nyaman dan berpikir dalam hati “Ini cowok pasti lambat mesannya, dia pasti mesankan teman2nya juga yang kagak mau ngantri dan Menambah lama dan panjang antrian”.

Yupz, memang terjadi. Pria ini memesan makanan dengan sangat banyak dan lama ! Dia menoleh kebelakang berkali-kali seperti takut salah dalam memesan, ataupun seperti takut teman2 lainnya tidak dapat makanan sesuai pesanan.

Aku yang sudah kepanasan mengantri, sudah merasa lumayan dongkol dan terus berkata dalam hati

‘hedeh -hedeh, lawasnya pang… Sempat ini nafsu makan jadi hilang !’

Beberapa saat kemudian, pria ini kembali menoleh kebelakang dan menegur saya “Mas, tolong jagakan barisan saya sebentar, saya mau keluar sebentar aja”

Saya yang dongkol ini pun mengiyakan kemudian menyilangkan tangan saya dan memasang pose menunggu.

‘sudah lama ini orang, pake pergi-pergi ke luar pula !!’ hati ini semakin Panas.

Beberapa menit berlalu, Pria ini kembali namun dia tak sendiri, dia membawa anak kecil berbaju kumal dan bertubuh lusuh juga membawa koran dan kemudian terjadi percakapan antara mereka. Aku yang berada dekat dengan mereka ‘mau tidak mau’ mendengarkan percakapan mereka.

“teman-temannya ntar disuruh naik ke atas aja, kita makan bareng”

“iya om, makasih ya om… Baru kali ini kami makan disini”

“iya santai aja… Ntar bantuin bawa makanannya ya ke atas”

“sip” anak jalanan itu mengangkat jempol kecilnya.

Zzzzz…. Diriku yang dari tadi merasa dongkol, malah berubah menjadi malu. Malu semalu-malunya…..

Pria ini yang aku anggap “Mengesalkan”, ternyata adalah Orang yang mempunyai Jiwa Sosial dan empati yang tinggi.

Sedangkan aku, pria yang berumur sama dengannya… Hanya memikirkan Ego dan pemuasan keinginan diri sendiri…

Bahkan diriku ini, pria yang berumur sama dengannya… Belum mampu melakukan hal seperti yang dia lakukan…

Sembari menyeruput minuman aku berpikir “menjadi orang baik dan sukses itu gak pandang umur!”

~Rizky Yudhis~

Advertisements

Be the first to like and comment this post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s