Post kali ini saya akan mengajak Anda untuk membahas tentang pengambilan keputusan. Karena dalam setiap pengambilan keputusan dibutuhkan suatu sikap mental dan pola pikir yang benar. Setiap harinya, kapan saja dan dimana saja, terkadang kita diharuskan untuk mengambil keputusan. Dan kadang sebuah keputusan kita ambil dengan sangat cepat namun ada juga yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sebuah pengambilan keputusan. Karena saya lebih terbiasa dan lebih senang membahas tentang romansa, maka pengambilan keputusan yang dibahas adalah pengambilan keputusan dalam hal romansa.

Terutama kepada kaum lelaki, pengambilan keputusan adalah hal yang paling sering kita lakukan. Keputusan untuk jatuh cinta, keputusan untuk memulai hubungan, keputusan untuk mengakhiri hubungan dan lain lainnya. Setidaknya para lelaki harus mempunyai inisiatif untuk pengambilan keputusan. Karena kita lelaki pada dasarnya diciptakan untuk memimpin dan melindungi.

Saat Anda memutuskan untuk mencintai seseorang, seharusnya Anda siap menerima apapun resiko ataupun konsekuensi bersama orang tersebut. Sebuah percintaan belum tentu akan berjalan dengan mulus dengan indah. Ada saat Anda ataupun saya harus ikhlas menerima hasil apapun yang didapat setelah pengambilan keputusan itu.

Seperti kata orang-orang, terkadang cinta tidak harus memiliki. Kadang kita sangat mencintai seseorang namun orang tersebut tidak mencintai kita. Kadang kita juga sudah saling mencintai namun harus berpisah karena perbedaan prinsip. Hal ini sudah dan seringkali terjadi di kehidupan, mungkin itu di kehidupan Anda maupun kehidupan saya.

Belakangan ini saya kehilangan seorang wanita yang bisa dibilang lumayan yang biasanya ada di kehidupan saya baik pagi siang ataupun malam, dia sekarang menjadi dingin kepada saya dan jarang menghubungi saya lagi. “Kenapa? Kenapa sekarang dia dingin ke kamu Bams?”

Karena dia dari dulu menganggap saya sahabatnya dan teman curhatnya. Sedangkan saya tidak, saya tidak pernah menganggap diri saya sebagai sahabat ataupun teman curhatnya. Dan ketika saya akhirnya jatuh cinta ke dia, saya berikan dia sebuah lagu yang terinspirasi olehnya. “ya ya ya, saya memang kelihatan needy”.

Tapi tidak, saya memberikan dia sebuah lagu itu, dan saya meminta secara langsung ke dia bahwa saya tidak mau lagi dianggap sahabatnya, karena saya tidak pernah berpikiran kalo dia adalah sahabat saya, saya mencintainya. Dan setelah saya berikan lagu itu, saya tidak pernah berharap balasan apapun dari dia. Karena sedari dulu juga saya melakukan sesuatu untuk dia dengan keikhlasan atas cinta saya. Itu bukan needy, karena saya tidak mengharapkan apapun dari dia.

Dia tau, dia merasa nyaman terhadap saya. Dia tau, dia merasa percaya sama saya. Dia tau, dia tertarik terhadap saya. Tapi dia sudah tertutup hatinya dikarenakan yang namanya zona pertemanan atau zona sahabat. Dan ya, saya membunuh zona itu sekarang. Walau dengan itu sekarang, pertemanan kami jadi kaku dan lain-lain.

Dalam pikiran saya, saya tidak pernah menyesal semua ini terjadi karena saya sudah memikirkan dengan matang. Hal ini memang harus dilakukan, apapun resikonya, apapun konsekuensinya, saya siap menanggungnya, itulah keputusan yang saya buat terhadap hubungan kami berdua, Untuk Cut It and Start Fresh !, itulah saat dimana Anda sebagai lelaki harus Mengambil Keputusan.

Jadi, Anda siap untuk mengambil Keputusan atas kisah cinta Anda?

-Rizky Yudhis-

Advertisements

3 thoughts on “PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Be the first to like and comment this post.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s